Biofilter : Mengenal Fungsi, Kelebihan dan Kelemahan

Media Biofilter

Biofilter adalah metode pengolahan air kotor atau limbah dengan memanfaatkan mikro organisme sehingga menjadi air bersih yang dapat dimanfaatkan kembali. Cara ini biasanya dilakukan dengn media khusus, sebagai habitat mikro organisme.

Mekanismi pengolahan air kotor menjadi air bersih sederhana dengan metode biofilter dapat kita lihat dari sistem management air aquarium. Cara ini membuat air di akuarium selalu bersih, meski jarang dibersihkan.

Cara yang kurang lebih hampir sama juga kerap dilakukan dalam metode pengolahan air kotor menjadi layak untuk digunakan kembali. Terutama di era industri modern seperti sekarang, dimana limbah kerap mencemari sumber air bersih.

Diantara beberapa cara mendapatkan sumber air bersih yang layak, sistem biofilter lebih sering digunakan, dan menjadi solusi ideal. Cara ini dianggap lebih aman, sehingga pasokan air bersih tetap terjaga dengan baik.

Mekanisme kerja pengolahan air kotor atau limbah menjadi sumber air bersih dengan biofilter pada dasarnya memanfaatkan sifat dasar bakteri pengurai. Makhluk mikro organisme ini memiliki karakter mengurai kotoran sehingga menyisakan fluida (air) bebas dengan kotoran dan sejenisnya.

Sistem biofilter dilakukan dengan sengaja memelihara bakteri pengurai (Mikro organisme) yang dilakukan dengan memanfaatkan sebuah media kontak. Media ini kemudian sengaja ditempatkan di lokasi air limbah yang mengalir secara berkelanjutan.

Habitat yang terbangun melalui media kontak akan membuat bakteri pengurai tumbuh dan berkembang. Mekanisme ini biasanya ditandai dengan munculnya lapisan mirip lendir atau biasa dikenal dengan istilah biofilm.

Untuk memastikan aliran fluida cair (Limbah) yang kemudian diolah menjadi air bersih berjalan dengan baik, media kontak didesain berongga. Dari celah rongga media kontak, air akan mengalir, sekaligus proses filterisasi dilakukan oleh bakteri pengurai.

Mekanisme filterisasi ini terjadi dengan baik, saat media kontak tidak mengandung racun. Dan secara alami hal ini sering terjadi karena media batu dan tanah menyaring air kotor di permukaan, sehingga di dalam tanah air menjadi lebih baik (bersih).

Selain batu mekanisme filter air secara alami juga dilakukan oleh bahan lain seperti kayu dan sejenisnya.

Adopsi cara modern, sistem biofilter juga dikembangkan dengan menggunakan media kontak buatan dengan bahan yang aman tentunya. Seperti terbuat dari bahan plastik atau keramik yang dibentuk sedemikian rupa.

Distributor media bakteri dan bio-filter

Biofilter dan Pengolahan Air Bersih Modern

Proses pengolahan air limbah menjadi air layak untuk digunakan dengan metode biofilter dilakukan secara sistematis. Yakni dengan menggunakan bak penampung khusus (biasanya berupa tanki) yang tujuannya menjaga kualitas lingkungan tetap tidak tercemar.

Cara ini biasa dilakukan di berbagai fasilitas umum yang memungkinkan proses pembuangan limbah. Seperti fasilitas sanitasi masyarakat, yang memungkinkan air limbah manusia tertampung di satu tempat.

Setelah tertampung, proses pengolahan dengan metode biofilter dapat dilakukan. Cara ini membutuhkan media kontak yang biasanya memiliki beberapa jenis. Diantaranya Honey Comb dan Bioball.

Baca :    Mengenal Honey Comb sebagai media kontak

                Mengenal Biobal sebagai media kontak

Seperti namanya kedua kontak dibedakan berdasarkan bentuk. Honey Comb dibuat mirip dengan sarang lebah dengan beberapa celah yang dapat dialiri fluida (air kotor) dan memiliki celah sebagai habitat ideal mikro organisme.

Sementara bioball berbentuk mirip bola, namun memiliki modifikasi di bagian permukaan. Model ini memliki banyak celah sehingga mudah diliri air kotor sekaligus tempat berkembang biak mikro organisme.

Bioball biasanya memiliki besar bervariasi. Mulai dari sebesar bola golf, hingga sebesar bola sepak takraw. Umumnya bioball digunakan dalam jumlah banyak, lebih dari 50 buah, tergantung besar kecil tanki yang digunakan.

Secara umum media kontak akan bekerja sedemikian rupa sebagai habitat bakteri pengurai. Dan biasanya dalam hal pemanfaatan mikro organisme aerobik (Pengurai) ini dikenal metode anaerob dan aerob.

Kedua proses ini dilakukan dengan beberapa kelebihan masing-masing. Dan keduanya dibedakan berdasarkan pasokan oksigen di tempat tumbuh kembang mikro organisme.

Mekanisme anaerob biasanya didasari oleh perkembangan mikro organisme yang dapat berkembang meski tampa asupan oksigen. Sementara cara yang lain, mekanisme aerob bibangun dengan habitat mikro organisme dengan cukup asupan oksigen dan aerasi.

Beberapa sistem pengolahan limbah sering memanfaatkan salah satu jenis mikro organisme tersebut. Meski kadang-kadang, dengan memanfaatkan kedua bakteri tersebut sistem pengolahan tanki dapat dimodifikasi sedemikian rupa.

Hingga pada akhirnya dalam satu tanki terdapat sistem pengolahan secara anerob dan aerob (Kombinasi keduanya). Mekanisme ini biasa dikenal dengan sistem atau proses filterisasi secara hibrid.

Mekanisme pengaliran air limbah dengan media ini biasa dilakukan secara crossflow dengan arah horisontal dan fertikal.

Jenis Penerimaan Limbah dengan sistem Biofilter

Sistem Biofilter

Kelebihan dan Kelemahan Sistem Biofilter

Dibanding sistem pengolahan air konvensional, sistem biofilter memiliki sejumlah kelebihan, berikut diantaranya (Sumber):

  • Seluruh air limbah yang berada di bak penampungan akan mengalami proses penguraian secara biologis, dan bahkan limbah dengan zat organik.
  • Dapat mengurangi suspended solid, detergentm phosporm amonium, konsentrasi adatan teruspensasi atau TSS, COD dan BOD pada limbah.
  • Pengolahan air limbah lebih mudah
  • Memerlukan lahan sempit, tidak terlalu luas
  • Hemat biaya operasional
  • Lumpur yang dihasilkan relatif sedikit
  • Menghilangkan nitrogen dan phospor pada limbah
  • Bisa digunakan untuk pengolahan air limbah dengan konsentrat BOD cukup besar

Meski dapat melakukan proses penyaringan air limbah menjadi air bersih dengan sempurna, proses biofilter memiliki sejumlah kelemahan yang mengakibatkan sistem tidak bekerja sempurna. Berikut beberapa diantaranya :

  • Sampah padat yang terbuang di media ini dapat menyumbat, membuat sitem tidak dapat bekerja dengan baik dan benar. Seperti pembalut, tissue, benang, kain dan sebagainya.
  • Pembuangan minyak dan lemak dari aktivitas dapur dapat mengurangi kinerja biofilter
  • Begitu juga oli bekas dan gemuk juga dapat menimbulkan permasalahan yang sama.
  • Volume bak penampungan juga kerap menyempit karena masuknya tanah, batu dan pasir.

Harga Bifilter Sebagai Pengolahan Air Limbah Modern

Umumnya harga biofilter ditawarkan dalam satu set, terdiri dari tanki berikut media kontak yang didesain sedemikian rupa. Perbedaan harga tentu dibedakan berdasarkan volume dan teknologi media kontak apa yang Anda gunakan.

Selain dijual per set, mekanisme sistem pengolahan biofilter juga disediakan per bagian. Bagian paling sering dicari karena proses penggantian adalah produk media kontak bioball dan honey comb yang secara rutin perlu diganti.

Silahkan klik Harga produk Bio-Filter